Rima adalah?? Berikut Pengertian, Macam-macam, dan Contohnya

Rima – Di dalam puisi rima adalah pengulangan bunyi yang berselang untuk memperindah karya puisi, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan. Maka dari itu, bagi sahabat yang ingin meniptakan suatu karya puisi yang indah silahkan baca sampai habis mengenai pengertian, macam-macam, contoh rima yang dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

Saya kira, hampir seluruh manusia itu suka dengan hal yang indah-indah, Allah sendiri dikabarkan oleh Muhammad Rasulullah sebagai “sosok” yang suka akan keindahan. Tentu saja, hal indah tidak selamanya membuat bergairah, tapi juga membangkitkan “amarah” serta empatik atas sesuatu yang hendak dipolemikkan, sebab indah di sini diharapkan dapat menyentuh rasa dan membangkitkan kepekaan pembaca, dan rima tidak hanya membuat sajak kita beraroma melati tapi bisa pula laksana belati.

Nah, lalu apakah sudah kau indahkan kehadiran rima dalam puisi kalian? atau masih ada yang kurang mengenal akan sosok yang bernama rima itu? Berikut ini sedikit kita sama-sama belajar perihal, rima. Selamat membaca.

A. PENGERTIAN RIMA

Rima adalah perulangan bunyi yang sama dalam puisi yang berguna untuk menambah keindahan suatu puisi.

Contoh :

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

B. MACAM-MACAM RIMA

Macam-macam rima secara garis besar dibagi menjadi tiga yakni rima berdasarkan bunyi, berdasarkan letak kat dalam baris, dan yang terakhi rima menurut rupanya. Berikut penjelasannya:

1. RIMA BERDASARKAN BUNYI

Berdasarkan bunyinya macam-macam rima di bagi menjadi 8 diantara lain yaitu rima sempurna, tak sempurna, mutlak, terbuka, tertutup, aliterasi, asonansi, disonansi. Yang mana admin akan menjelaskan satu per satu di bawah ini berserta contohnya, agar kalian lebih mudah untuk memahaminya.

1.1. Rima Sempurna

Seluruh suku akhirnya berirama sama

Contoh :

ma – lang
ma – ti
pa – lang
ha – ti

1.2. Rima Tak Sempurna

Hanya sebagian suku akhir yang sama

Contoh :

pu – lang
pa – gi
tu – kang
ha – ri

1.3. Rima Mutlak

Seluruh kata berima

Contoh :

Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau-silau

Kata jua yang diulang dua kali pada tempat yang sama itu berima mutlak.

1.4. Rima Terbuka

Yang berima adalah suku akhir suku terbuka dengan vokal yang sama.

Contoh :

bu – ka
ba – tu
mu – ka
pa – lu

1.5. Rima Tertutup

Yang berima itu suku akhir suku tertutup dengan vokal yang diikuti konsonan yang sama.

Contoh :

hi – lang
su – sut
ma – lang
ta – kut

1.6. Rima Aliterasi

Yang berima adalah bunyi-bunyi awal pada tiap-tiap kata yang sebaris, maupun pada baris-baris berlainan.

Contoh :

Bukan beta bijak berperi
Pandai mengubah madahan syair

Bunyi b pada kata-kata dalam baris pertama bait puisi di atas disebut rima aliterasi.

1.7. Rima Asonansi

Yang berima adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata, baik pada satu baris maupun pada baris-baris berlainan.

Contoh :

se – cu – pak
tum – bang
se – cu – kat
mun – dam

Yang disebut asonansi ialah vokal-vokal e – u – a dan u – a pada kata-kata tersebut di atas.

1.8. Rima Disonansi

Rima ini adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata seperti pada asonansi tetapi memberikan kesan bunyi-bunyi yang berlawanan.

Contoh :

Tin – dak tan – duk ( i– a / a – u )
Mon – dar man – dir ( o – a / a – i )

2. RIMA BERDASARKAN LETAK KATA-KATA DALAM BARIS

Berdasarkan letak kata-kata dalam baris rima dibagi menjadi 12 macam yakni rima awal, tengah, akhir, tegak, datar, sejajar, berpeluk (rima berpaut), bersilang (rima salib), rangkai, kembar, patah, merdeka. Dan admin juga menjelaskan satu per satu beserta contohnya yang tersedia di bawah ini :

2.1. Rima Awal

Apabila kata-kata yang berima terdapat pada awal-awal kata.

Contoh :

Pemuda kaulah harapan bangsa
Pemuda jangan suka berpangku tangan

2.2. Rima Tengah

Apabila kata-kata yang berima terletak di tengah.

Contoh :

Pemuda kaulah harapan bangsa
Pemudi kaulah harapan negeri

2.3. Rima Akhir

Apabila kata-kata yang berima terletak pada akhir.

Bentuk ini banyak digunakan dalam bentuk Pantun, Syair dan Gurindam.

Contoh :

Tolong – menolong umpama jari
Bantu membantu setiap hari
Bekerja selalu berlima diri
Itulah misal Tuhan memberi

2.4. Rima Tegak

Apabila kata-kata yang berima terdapat pada baris-baris yang berlainan.

Contoh :

Terlipat
Terikat
Engkau mencari
Terang matahari
Melambai
Melombai
Engkau beringin
Digerak angin
Terhibur
Terlipur
Engkau bermalam
Di tepi kolam

(J.E. Tatengkeng)

2.5. Rima Datar

Apabila rima kata-kata yang berima itu terdapat pada baris yang sama.

Contoh :

Air mengalir menghilir sungai
(bunyi ir pada akhir ketiga kata)

2.6. Rima Sejajar

Apabila sepatah kata dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang beruntun.

Contoh :

Dapat sama laba
Cicir sama rugi
Bukit sama didaki
Lurah sama dituruni
Berat sama dipikul
Ringan sama dijinjing
Terapung sama hanyut
Terendam sama basah.

2.7. Rima Berpeluk (Rima Berpaut)

Apabila umpamanya baris pertama berima dengan baris keempat, baris kedua berima dengan baris ketiga.
Rima ini terletak pada bentuk Soneta dengan rima a – b – b – a

Contoh :

Perasaan siapa ta’kan nyala ( a )
Melihat anak berlagu dendang ( b )
Seorang sajak di tepi padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )

2.8. Rima Bersilang (Rima Salib)

Rima yang letaknya berselang-selang.
Misalnya baris pertama berima dengan baris ketiga, dan baris kedua berima dengan baris keempat.
Rima ini dapat kita jumpai dalam bentuk Pantun yang berrumus
a – b – a – b.

Contoh :

Burung nuri burung dara ( a )
Terbang ke sisi taman kayangan ( b )
Karangan janggal banyak tak kena ( a )
Daripada paham belum sempurna ( b )

2.9. Rima Rangkai

Apabila kata-kata yang berima terdapat pada kalimat-kalimat yang beruntun.
Bentuk ini dapat kita jumpai dalam bentuk Syair dengan rumusnya

a – a – a – a ; b – b – b –b

Contoh :

Hatiku rindu bukan kepalang ( a )
Dendam berahi berulang-ulang ( a )
Air mata bercucuran selang menyelang ( a )
Mengenangkan adik kekasih abang ( a )
Diriku lemah anggotaku layu ( b )
Rasakan cinta bertalu-talu ( b )
Kalau begini datanglah selalu ( b )
Tentulah kanda berpulang dahulu ( b )

2.10. Rima Kembar

Apabila kalimat yang beruntun dua-dua berima sama.
Misalnya dengan abjad a – a – b – b atau c – c – d – d – e – e dan seterusnya.

Contoh :

Sedikitpun matamu tak berkerling ( a )
Memandang ibumu sakit berguling ( a )
Air matamu tak bercucuran ( b )
Tinggalkan ibumu tak penghiburan ( b )

( J. E. Tatengkeng)

2.11. Rima Patah

Apabila dalam bait-bait puisi ada kata yang tidak berima sedangkan kata-kata lain pada tempat yang sama di baris-baris lain memilikinya.

Rumus rima patah adalah a – a – b – a atau b – c – b – b

Contoh :

Beli baju ke pasar Minggu ( a )
Jangan lupa beli duku ( a )
Beli kemeja ke pasar Senen ( b )
Jangan lupa ajaklah daku ( a )

Beli kemeja ke pasar Senen ( b )
Jangan lupa membeli dasi ( c )
Jangan suka jajan permen ( b )
Lebih baik dibelikan semen ( b )

2.12. Rima Merdeka

Tidak ada yang bersajak

Contoh :

Hanya sebuah bintang ( a )
Kelip kemilau ( b )
Tercapak di langit ( c )
Tidak berteman ( d )

(Aoh Kartadimadja)

3. RIMA MENURUT RUPANYA

Rima Rupa

Rima rupa hanya terdapat pada puisi-puisi Melayu Klasik yang ditulis dengan huruf Arab – Melayu.
Tulisan ( bentuknya ) tampak sama, tetapi bunyinya berbeda.

Contoh :

1. Tulisan kata ramai dengan rami.
2. Tulisan kata lampau dengan lampu.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita lihat contoh berikut ini :

Contoh :

1. Kota Jakarta yang berpenduduk hampir tujuh juta orang itu sangat ramai.
2. Pada masa lampau kehidupan masyarakat masih sederhana.

Kata ramai tentu saja tidak dibaca rami, melainkan ramai, dan kata lampau tidak dibaca lampu melainkan lampau.

Demikianlah penjelasan dari admin mengenai rima mulai dari pengertian, macam-macam, dan contohnya. Yang mana rima adalah perulangan bunyi yang sama dalam puisi yang berguna untuk menambah keindahan suatu puisi. NB: materi di ambil dari berbagai sumber.

Tinggalkan komentar